Skip to main content
Dimana Golmu Simic

Dimana Golmu Simic

Superstar anyar Persija Jakarta, Marco Simic, adalah dewa baru di tubuh tim asal Kemayoran itu. Produkstivitas gol yang dia tunjukkan selama ini untuk The jekmania merupakan bukti shahih yang tidak dapat disangkal. Kehadiran Simic di dalam kasana sepakbola tanah air memberikan sorotan tersendiri, karena dia benar-benar sosok pembunuh berdarah dingin di depan gawang tim lawan.

 

Selama laga pramusim, terutama ketika Persija berhasil menjuarai Piala Presiden aktor yang paling banyak disoroti adalah, predator mereka, supersimic julukan akrabnya. Ya, karena dia adalah topskor pagelaran tahunan itu, dan di laga final dia benar-benar menjadi momok bagi Bali United. Di laga-laga lain, seperti di Piala AFC 2018, gol-gol Simic pula yang membawakan kemenangan untuk publik the jekmania.

 

Performa garang itu tidak ditunjukkan Simic kala timnya turun di laga pertama Liga 1 Indonesia melawan juara bertahan, Bhayangkara FC. Hal inilah kemudian yang ditakutkan oleh para the jekmania. Ketika Simic tidak tampil bagus, akan berakibat fatal kepada performa Persija. Ya itulah yang kita sebut selama ini sebagai sindrom ketergantungan pada satu pemain. Alhasil dalam laga pertama Persija mereka itu mereka tidak bisa mendulang tiga poin dari Bhayangkara FC.

 

Kondisi Simic saat ini, tidak membuat pelatih mereka, Stefano Cuggura Teco, tidak merasa khawatir. Pelatih yang mempersembahkan Piala Presiden itu menilai, kondisi yang ditunjukkan Simic adalah hal yang lumrah dan bisa terjadi pada semua pemain sekalipun kaliber bintang macam Cristiano Ronaldo.

 

Pelatih kesayangan Persija ini mengatakan “Simic sudah menunjukkan kerja keras di lapangan hingga pluit akhir. Ini merupakan kondisi yang lumrah terjadi pada setiap penyerang. Ada kalanya dia banyak mencetak gol dan pada saat tertentu dia tidak mencetak gol”, ujarnya saat konfrensi pers.

 

Akan tetapi buat para the jekmania, kondisi Simic akhir-akhir ini menjadi sebuah kekhawatiran, karena di dalam tiga laga terakhir yang dilakoni Persija dimana Simic masih berdiri sebagai juru gedor tidak tergantikan, tidak ada gol yang lahir dari kaki atau kepalanya. Ya, dalam tiga laga terakhir, penyerang asal Kroasia itu tidak mampu menambah pundi-pundi golnya untuk Persija baik di pentas Piala AFC atau pun kala melawan Bhayangkara.

 

Dalam laga penuh gengsi kemarin, yakni laga pembuka Liga 1 Indonesia yang digelar di Stadion Utama gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Simic memperlihatkan gestru tidak puas dan frustasi karena beberapa peluang matang tidak berhasil dia konversi menjadi gol untuk timnya.

 

Melihat kondisi itu, coach Teco meminta kepada anak-anak asuhnya untuk memberikan suplay bola yang lebih kepada Simic dan membantunya untuk mencetak gol dalam cara apapun. Teco mengatakan “semua skuad di tim ini harus menyokong Simic, kita harus memamfaatkan kualitas pada dirinya. Anak-anak semua sudah mengerti soal kualitasnya saat bermain.”, papar pelatih yang berpaspor Brazil itu.

 

Sejauh ini, performa Simic di depan gawang lawan memang masih belum pantas untuk dirasaukan, karena ini hanya soal waktu untuk pemain sekelas Marco Simic. Dan pelatih Teco benar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena semua pemainnya tahu apa yang harus mereka lakukan.

 

Hasil imbang kontra Bhayangkara FC ini, membuat Persija Jakarta tertahan di posisi dua klasemen sementara Liga 1 Indonesia. Target awal untuk bertengger di posisi puncak klasemen sirna karena mereka tidak mampu menjinakkan tamunya. Alhasil, skuad macan kemayoran bisa saja kembali melorot seiring pertandingan lain dihelat.

Martial dan Lukaku Dibanjiri Sanjungan Pasca Kontra CSKA Moskow

Martial dan Lukaku Dibanjiri Sanjungan Pasca Kontra CSKA Moskow

Manchester United lagi-lagi melanjutkan tren yang positif pada musim pertandingan 2017-2018. Kini giliran tim CSKA Moskow jadi korban keganasan Manchester United. Di VEB Arena, dua pasukan bola tersebut bersua di matchday ke-2 pada babak penyisihan untuk Grup A di ajang bergengsi Liga Champions 17-18. Si Setan Merah Manchester United menjatuhkan tim lawannya dengan skor memuaskan yakni 4-1.

 

Terdapat dua nama yang jadi aktor protagonis dalam kemenangan Manchester United kontra CSKA Moskow. Nama dua pemain hebat itu adalah Martial dan Lukaku yang memukau pada pertandingan di ari Kamis, 28 September 2017. Romelu Lukaku telah mencatatkan namanya sebanyak dua kali pada papan skor di menit ke-4 dan ke-26.

 

Di sisi lain, Anthony Martial sanggup mencetak gol di menit ke-18 serta mengemas 2 assist bagi gol yang dibuat oleh Romelu Lukaku. Penampilan mereka berdua yang tergolong pemain muda itu, tampak sangat pantas mendapatkan sanjungan berbagai pihak, termasuk bek tengah Manchester United yakni Chris Smalling pun menyanjung Martial dan Lukaku yang memukau.

 

Chris Smalling ibaratkan Lukaku bagai binatang buas pembawa mimpi buruk kepada lawannya. Pemain yang memiliki paspor Inggris tersebut menyanjung pula penampilan Martial yang memenangkan duel lawan bek musuhnya. Sebagaimana yang dikutip dari situs resmi milik Manchester United, Chris Smalling mengatakan bahwa Romelu Lukaku bagaikan hewan yang buas dan mimpi buruk untuk tim lawan kami.

 

Chris pemain berusia 31 tahun tersebut menjelaskan bahwa sejak dari pramusim ini Anthony Martial memang kerap kali memimpin ketika latihan. Martial amat mengerikan seperti yang ia tunjukkan kala kontra CSKA Moskow. Anthony Martial yang merupakan pemain sayap Manchester United, beraksi dengan gemilang ketika membantu pasukannya untuk membungkam tim CSKA Moskow.

 

Pemain kelahiran 5 Desember 1995 itu mampu menyumbangkan satu gol serta dua assist, dan alhasil Anthony Martial terpilih menjadi “man of the match” ketika kontra CSKA Moskow. Namun Jose Mourinho sang pelatih justru tak meluncurkan penggawa berusia 21 tahun itu ke lapangan disaat menit ke-90. Jose Mourinho memilih untuk menarik keluar Anthony Martial lalu menggantinya dengan penampilan Marcus Rashford.

 

Jose Mourinho akui bahwa keputusannya mengganti Anthony Martial itu demi mencegah terjadinya cedera dalam pertandingan versus CSKA Moskow. Meskipun demikian, Mourinho menjelaskan bahwa sebenarnya ia ingin agar mantan pemain AS Monaco tersebut tetap beraksi sampai pertandingan berakhir.

 

Unggul tiga angka menjadikan Manchester United makin kukuh menduduki posisi sementara puncak klasemen Grup A. Nantinya pada pertandingan berikutnya di hari Kamis tanggal 19 Oktober, Martial dan Lukaku yang memukau akan unjuk gigi di markas Benfica.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial