Skip to main content
Martial dan Lukaku Dibanjiri Sanjungan Pasca Kontra CSKA Moskow

Martial dan Lukaku Dibanjiri Sanjungan Pasca Kontra CSKA Moskow

Manchester United lagi-lagi melanjutkan tren yang positif pada musim pertandingan 2017-2018. Kini giliran tim CSKA Moskow jadi korban keganasan Manchester United. Di VEB Arena, dua pasukan bola tersebut bersua di matchday ke-2 pada babak penyisihan untuk Grup A di ajang bergengsi Liga Champions 17-18. Si Setan Merah Manchester United menjatuhkan tim lawannya dengan skor memuaskan yakni 4-1.

 

Terdapat dua nama yang jadi aktor protagonis dalam kemenangan Manchester United kontra CSKA Moskow. Nama dua pemain hebat itu adalah Martial dan Lukaku yang memukau pada pertandingan di ari Kamis, 28 September 2017. Romelu Lukaku telah mencatatkan namanya sebanyak dua kali pada papan skor di menit ke-4 dan ke-26.

 

Di sisi lain, Anthony Martial sanggup mencetak gol di menit ke-18 serta mengemas 2 assist bagi gol yang dibuat oleh Romelu Lukaku. Penampilan mereka berdua yang tergolong pemain muda itu, tampak sangat pantas mendapatkan sanjungan berbagai pihak, termasuk bek tengah Manchester United yakni Chris Smalling pun menyanjung Martial dan Lukaku yang memukau.

 

Chris Smalling ibaratkan Lukaku bagai binatang buas pembawa mimpi buruk kepada lawannya. Pemain yang memiliki paspor Inggris tersebut menyanjung pula penampilan Martial yang memenangkan duel lawan bek musuhnya. Sebagaimana yang dikutip dari situs resmi milik Manchester United, Chris Smalling mengatakan bahwa Romelu Lukaku bagaikan hewan yang buas dan mimpi buruk untuk tim lawan kami.

 

Chris pemain berusia 31 tahun tersebut menjelaskan bahwa sejak dari pramusim ini Anthony Martial memang kerap kali memimpin ketika latihan. Martial amat mengerikan seperti yang ia tunjukkan kala kontra CSKA Moskow. Anthony Martial yang merupakan pemain sayap Manchester United, beraksi dengan gemilang ketika membantu pasukannya untuk membungkam tim CSKA Moskow.

 

Pemain kelahiran 5 Desember 1995 itu mampu menyumbangkan satu gol serta dua assist, dan alhasil Anthony Martial terpilih menjadi “man of the match” ketika kontra CSKA Moskow. Namun Jose Mourinho sang pelatih justru tak meluncurkan penggawa berusia 21 tahun itu ke lapangan disaat menit ke-90. Jose Mourinho memilih untuk menarik keluar Anthony Martial lalu menggantinya dengan penampilan Marcus Rashford.

 

Jose Mourinho akui bahwa keputusannya mengganti Anthony Martial itu demi mencegah terjadinya cedera dalam pertandingan versus CSKA Moskow. Meskipun demikian, Mourinho menjelaskan bahwa sebenarnya ia ingin agar mantan pemain AS Monaco tersebut tetap beraksi sampai pertandingan berakhir.

 

Unggul tiga angka menjadikan Manchester United makin kukuh menduduki posisi sementara puncak klasemen Grup A. Nantinya pada pertandingan berikutnya di hari Kamis tanggal 19 Oktober, Martial dan Lukaku yang memukau akan unjuk gigi di markas Benfica.

Kesalahan Dari Mega Trasfer Carlos Tevez ke Tiongkok

Kesalahan Dari Mega Trasfer Carlos Tevez Ke Tiongkok

Kesalahan mega transfer Carlos Tevez – Kesalahan terbesar dilakukan saat Liga Super Tiongkok, sebab dari Mega transfer Carlos Tevez yang sekarang berada di Shanghai Shenhua. Kesalahan ini juga diperparah dengan keadaan suporter dari klub sepak bola yang akrab dikenal dengan The Floers of Shanghai. Suporter klub ini tidak berharap lagi untuk pemain terbaik, bomber 33 tahun untuk kembali kepada klub.

 

Kesalahan mega transfer Carlos Tevez banyak menjadi pertanyaan yang menanti jawaban pasti dari setiap suporter baik pecinta sepak bola lainnya. Mereka mempertanyakan tentang perekrutan pemain mahal di Shanghai Shenhua. “Apakah dalam merekrut para pemain baru yang mahal adalah sebuah kesalahan yang besar?”. selain itu perekrutan pemain baru hanya akan membuang uang saja.

 

Kesalahan mega transfer Carlos Tevez, diperkuat dengan pernyataan dari Tevez yang mengomentari situasi dan kondisi yang dialami klub saat ini. Menurut Tevez, kontraknya dalam klub tersebut sangat kompleks sehingga sulit untuknya kembali kepada Boca Junior. Pernyataan tersebut diungkapkan di depan media Argentina yang dilakukan pada pekan lalu.

 

Atas beredarnya berita yang diperoleh dari laporan-laporan resmi, gaji yang diperoleh oleh Tevez mencapai nilai 634.000 Poundsterling. Bayaran tersebut termasuk dalam bayaran dengan nilai yang tertinggi di dunia persepakbolaan. Bayaran yang berkisar nilai tersebut, mengalahkan bayaran dari pemain klub sepak bola ternama Neymar sebelumnya.

 

Neymar waktu itu dikontrak oleh Paris Saint-German, tetapi disini berita cukup dilebih-lebihkan menurut Tevez sendiri. Namun dari sepak terjangnya dalam dunia sepak bola pemain ini tidak perlu diragukan lagi. Pemain 33 tahun ini memang sepantasnya mendapat gaji tersebut.

 

Kesalahan mega transfer Carlos Tevez mengakibatkan banyak suporter yang tidak menggubris lagi tentang Tevez untuk kembali lagi atau tidak. Mereka tidak berharap lebih dengan hal tersebut, harapan mereka mungkin dianggap sudah tidak berarti apa-apa.

 

Kejadian tersebut menimbulkan dampak kecil, bayangkan saja pengorbanan Shenhua kepada Tevez. Sehingga playmaker Kolombia Giovanni Moreno yang telah menjadi pemain andalan harus merelakan dirinya untuk menepi demi untuk kedatangan dari Tevez tersebut.

 

Kesalahan mega transfer Carlos Tevez, menimbulkan pertanyaan apakah petualangan yang dilakukan akan berakhir pada saat ini. Tevez sendiri mengalami ketidaktenangan dengan  adalah rumor dan kesulitan yang terjadi di lapangan. Di sini banyak orang memikulkan harapan mereka pada Tevez untuk bertanding dengan sebaik mungkin.

 

Namun kenyataannya dalam hal ini Tevez tidak meringankan dari beban-beban tersebut dan akhirnya membuat keadaan malah bertambah sulit. Di sini para suporter atau para penggemar dari Shenhua masih belum bisa untuk melihat kontribusi yang dibawa oleh pemain yang mengantongi gaji terbesar di dunia ini. Hal ini mungkin menjadi suatu hal yang mengagetkan ketika kembali ke Argentina.

 

Di sini penggemar atau para suporter akan lebih kaget lagi apabila Tevez harus kembali untuk bergabung menjadi pemain Shanghai Shenhua pada musim depan. Bukti kesalahan mega transfer Carlos Tevez membuat suporter dan penggemar semakin memutuskan harapan, terhadap perjuangan Tevez pada pertandingan musim-musim selanjutnya.

Agen Sbobet - UEFA Hukum Eric Baily Terlalu Berlebihan

Agen Sbobet – UEFA Hukum Eric Baily Terlalu Berlebihan

Agen Sbobet – UEFA hukum Eric Baily tidak bisa bermain di 3 laga, setelah dia di ganjar kartu merah. Saat leg ke dua di Semi-Final Eropa League musim 2016/17. Jose Mourinho sebagai manajer Manchester United, menilai UEFA hukum Eric Baily terlalu berlebihan. Setelah memberi larangan bermain sebanyak 3 laga, kepada pemain berusia 23 tahun tersebut.

 

Baily mendapat ganjaran kartu merah secara langsung di Semi-Final Liga Eropa, karena sudah memukul John Guidetti dan membuat pemain lain ikut berkelahi. Pada musim lalu Baily sudah di hukum melewatkan pertandingan Final Liga Eropa di musim 2016/17, ketika Man United berhasil unggul dari Ajax Amsterdam. terhadap ganjaran hukuman kartu merah yang di harus di terima pada leg ke dua semi final kontra Celta de Vigo.

 

UEFA hukum Eric Baily terlalu berlebihan menurut Mourinho, sebab setelah melalui diskusi UEFA masih belum puas membuat larangan tampil di partai final. Pemain team nasional Pantai Gading ini juga akan harus melewatkan 2 laga penting di awal musim 2017/18.

 

Ketika Manchester Uniter harus melakoni laga perdana Champions League musim 2017/18 dan Piala Super UEFA kontra Real Madrid.

 

Ketika konversi pers, Jose Mourinho memberi tanggapan setelah UEFA hukum Eric Baily. “Kalian tau penilaian saya mengenai UEFA, normalnya dengan kompetisi ini dan anda mendapat apa yang diinginkan,” ungkapnya.

 

Setiap pemain harus bisa terima hukuman mereka setelah mendapat kartu merah, baik dengan ekspresi senang ataupun sedih. UEFA hukum Eric Baily untuk tidak bisa mengikuti dalam laga final Liga Eropa, merupakan hal yang sangat berat bagi seorang pemain. Maka Baily seharusnya bisa mendapat pemulihan atau pengampunan untuk memulai musim 2017/18 yang akan datang, sehingga Eric Baily bisa tampil di kompetisi Piala Super Eropa.

 

Pemain center bek Manchester United ini memiliki peran penting dalam team, namun atas hukuman UEFA yang menambah 2 laga lagi. Membuat Baily tidak bisa mengikuti laga perdana penyisihan group Champions League dan Piala Super. “UEFA hukum Eric Baily terlalu berlebihan” ujar Mourinho.

 

Menurut Mourinho, hukuman tidak boleh bertanding di Final Liga Eropa, sudah menjadi hukuman yang sangat berat untuk pemain dan team. Selanjutnya di awal musim 2017/18, Eric Baily harus mengawalinya dengan lanjutan hukuman di musim lalu.

 

UEFA hukum Eric Baily seperti ini menjadi sangat berlebihan. Seharusnya dia bisa mendapat pengampunan untuk mengawali musim.

 

Mantan pemain bek Villareal ini didatangkan Manchester United, dengan mahar sebesar 30 juta poundsterling setara dengan Rp 520 miliar. Selama bergabung Baily membuat catatan bagus, dengan mendapat gelar juara Piala Liga Inggris, Liga Eropa dan Community Shield dari Soccerway.

West Brom Butuh Skuad Anyar, Tony Pulis

Sebagai pelatih West Bromwich Albion, Tony Pulis butuh skuad anyar.  Pelatih yang berasal dari Wales ini menilai, bahwa mereka membutuhkan sosok pemain baru yang bisa memperkuat team, sebagai langkah untuk bisa bertahan di kompetisi terbesar daratan Inggris, Premier League musim 2017/18.

 

Berdasarkan berita yang beredar di pencinta sepak bola, pelatih West Brom Albion tertarik dengan pemain bek asal Mesir yang bermain di Al Ahly. Tony Pulis butuh skuad anyar dan berharap mantan pemain Fiorentina, Ahmed Hegazi mampu menjaga pertahanan dengan baik pada musim depan.

 

Tetapi Tony Pulis butuh skuad anyar yang memiliki kualitas cukup tinggi, sehingga bisa memberikan kontribusi besar kepada West Bromwich Albion.

 

Walaupun Pulis butuh skuad anyar yang memiliki kualitas yang cukup baik, namun Pulis tidak tau siapa pemain yang bisa memberi kontribusi besar untuk team saat ini. Jika sampai akhir bursa transfer Tony Pulis tidak berhasil mendapat pemain baru. Maka pelatih berusia 59 tahun ini harus bisa memaksimalkan skuad yang ada untuk bisa bertahan di kompetisi Premier League.

 

“West Bromwich Albion harus bisa mendatangkan pemain baru, jika ingin menghadapi musim depan” Ungkap Tony Pulis.

 

Meski Pulis butuh skuad anyar, dia bingung siapa pemain yang bisa di ajak bergabung bersama mereka. Menurutnya Hegazi mungkin mau untuk di ajak bergabung dengan West Brom Albion. Namun kehadirannya juga masih belum cukup untuk menolong West Bromwich Albion di kompetisi Premier League 2017/18.

 

Menurut kabar ter-Update Tony Pulis sudah berhasil mendapat jasa Ahmed Hegazi yang bermain di Al Ahly saat ini, dengan kesepakatan melakukan pinjaman dalam waktu yang panjang.

 

Sementara jika Hegazi bisa tampil dengan mengesankan di The Hawthorns Stadium dalam status pemain pinjaman, maka kontrak masa kerjanya akan di permanenkan. Mengingat pemain center bek ini memiliki catatan yang sangat baik.

 

Pemain berusia 25 tahun ini pernah bermain di beberapa club yang bagus. Selain itu Pulis butuh skuad anyar, sehingga dia berharap semoga Ahmed Hegazy bisa menjadi pemain baru yang bisa memberi kontribusi besar kepada West Bromwich Albion.

 

Sebagai pemain yang berstatus pinjaman, dengan opsi kontrak permanen. Jika Ahmed Hagezi bisa membuat pencinta sepak bola merasa terkesan.

 

Selain Ahmed Hagezy yang sudah bergabung, pelatih West Brom ini juga mengincar 2 pemain belakang Manchester United yaitu Phil Jones dan Chris Smalling. Namun niatan ini tidak akan mudah, pasalnya The Red Devil akan mempertahankan bek andalan mereka.

 

Bukan hanya itu saja, jika Jose Mourinho ingin menjual ke 2 anak asuhnya, tentu West Bromwich Albion membutuhkan dana yang besar untuk membawanya ke The Hawthorns.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial